Tuesday, 26 May 2015

PerpuSeru Jepara Keren!



KUCICA KEREN

Sejak mendapatkan pelatihan dari Perpuseru, pengelola Perpusdes Kucica seperti mendapatkan amunisi baru berupa pengetahuan dan cara-cara pelibatan masyarakat, membangun kemitraan sampai dengan melakukan advokasi untuk mendorong keberlanjutan pengelolaan perpusdes.
Pengelola mengadakan musyawarah internal untuk merumuskan langkah-langkah menjadikan Perpusdes sebagai pusat belajar masyarakat berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Dimulailah mengadakan kegiatan Pelatihan Komputer dan Internet secara gratis yang diperuntukkan bagi Ibu-ibu Tim Penggerak PKK, Kader Posyandu, Karang Taruna Noto Buwono, Perangkat Desa, siswa SMP, SMA dan Pondok Pesantren.  Hingga saat ini kami telah melaksanakan pelatihan yang ke XIV. Mengapa hal ini kami lakukan, karena hal ini menjadi sasaran dan pelaku utama kami dalam pelibatan masyarakat yang harus mendapatkan bekal dan ketrampilan komputer dan internet lebih dahulu.
Guna memberikan kemudahan akses layanan internet bagi Peserta pelatihan yang tempat tinggalnya jauh dari Perpusdes Kucica, kami menambah daya jangkauan wifi perpusdes dengan menambah dan memasang wifi ke enam titik di wilayah Desa  Tulakan dengan antena router yang dipancarkan dari wifi Perpusdes Kucica secara gratis. Dan agar pemakaian internet dapat terkendali, masing-masing pengguna memiliki username dan password sendiri-sendiri yang diberikan saat pertama kali mendaftarkan diri sebagai Anggota Perpusdes Kucica.
Untuk dapat mengetahui dan menyerap aspirasi peserta pelatihan dan masyarakat, baik tentang keberhasilan pelaksanaan kegiatan maupun kekurangan kegiatan yang belum dilaksanakan oleh Perpusdes Kucica, mendapatkan bentuk dan gambaran impact dari peserta pelatihan dan juga sebagai wahana promosi bagi Perpusdes Kucica itu sendiri, Perpusdes Kucica mendirikan pemancar stasiun radio komunikasi antar warga yaitu Radio Kucica FM 101,4 Mhz, melakukan kunjungan ke rumah-rumah peserta pelatihan dan menghadiri kelompok kegiatan masyarakat (rutinan PKK, RT, Perangkat Desa, Jama’ah pengajian dan Remaja Masjid).
Melaksanakan pendekatan dan membangun kemitraan dengan pemangku kebijakan di tingkat desa sampai dengan daerah dan pelaku usaha di Desa Tulakan baik yang berasal dari penduduk asli desa maupun penduduk lain desa/daerah, semata-mata tujuan kami adalah menjalin komunikasi dan dukungan yang  lebih baik sehingga terbangun sinergitas kegiatan perpusdes dan pelaku usaha yang saling menguntungkan dan pada akhirnya pelaku usaha bersedia menyisihkan dananya sebagai hasil advokasi.
Usaha membangun kemitraan dan melaksanakan advokasi adalah pekerjaan yang membutuhkan kejelian, pengalaman, ketrampilan dan penanganan yang sungguh-sungguh dan berbeda antara pelaku usaha yang satu dengan pelaku usaha yang lain.
Pertama yang kami lakukan adalah pendekatan kepada Bapak Kepala Desa (di Jepara namanya Petinggi) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai penentu kebijakan di tingkat desa. Apa daya Pengelola perpusdes tanpa dukungan dari kedua Institusi tersebut. Kami sampaikan tentang keberhasilan desa kita dalam pengelolaan arsip desa yang mendapatkan pengakuan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai juara I Lomba Tertib Arsip Desa tahun 2013 dan memberikan citra positif untuk Desa Tulakan. Apakah hal tersebut tidak bisa dilakukan untuk Perpusdes? Kami yakinkan Bapak Petinggi dan BPD bahwa kami mampu dan bisa melaksanakan. Akhirnya setujulah Bapak Petinggi dan BPD mendukung pengembangan pengelolaan Perpusdes dengan dibuktikan adanya dukungan finansial yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Perpusdes itu sendiri dan para Pengelolanya.
Kepada pelaku usaha di Desa Tulakan, kami mengadakan pendekatan persuasif dengan mendatanginya ke tempat/kantor perusahaan, kami tunjukkan peran serta masyarakat selama ini yang telah terlibat dalam ikut menjaga keamanan dan ketertiban perusahaan – pencurian, demo membantu menyelesaikan permasalahan perekrutan tenaga kerja, kecelakaan kerja bahkan menangani permasalahan dengan fihak ketiga saat terjadi hal-hal diluar perkiraan semula, permasalahan kecelakaan transportasi di jalan raya dengan fihak Kepolisian, bersama dengan Pemerintah Desa, Pengelola Perpusdes selalu dilibatkan. Juga kami sampaikan proposal kegiatan Perpusdes dengan data pendukungnya. Setelah pelaku usaha yakin dan menyetujui permohonan kami, kami realisasikan apa yang menjadi usulan, untuk selanjutnya kami mengundang pelaku usaha ke Perpusdes untuk menyaksikan bantuan benar-benar sudah direalisasikan, disertai tanda terima, berita acara dan disaksikan oleh Bapak Petinggi, BPD dan Bhabinkamtibmas (Polsek).
Pada saat pelaku usaha mengajukan legalisasi Surat Keterangan Telah Selesai Mengerjakan Proyek, mengajukan ijin atau perpanjangan ijin ke desa Bapak Petinggi tidak bersedia menerima amplop, namun Bapak Petinggi justru menyodorkan proposal yang dibuat Perpusdes dengan menunjukkan item mana yang perlu bantuan untuk dipilih pelaku usaha. Cara inilah yang biasanya pelaku usaha dengan cepat memutuskan memberikan bantuannya berupa uang maupun barang.
Ada pengalaman unik : ada pelaku usaha di bidang sarang burung walet, yang awalnya mengecilkan peran serta masyarakat dan Pemerintah Desa. Dibangunnya rumah sarang burung walet dengan konstruksi bangunan cor yang melebihi ukuran biasanya, dipasangi kawat berduri dibagian atasnya dan juga dipasangi alarm yang bisa dimonitor dari jarak jauh, dengan tanpa mengangkat penjaga. Apa yang terjadi, ternyata pencurinya lebih pintar dan bisa membobol rumah sarang burung walet dengan berulang-ulang yang mengakibatkan kerugian  yang cukup besar. Akhirnya pengusaha sarang burung walet tersebut menemui Bapak Petinggi dan memusyawarahkan masalah keamanan kepada warga masyarakat sekitar rumah sarang burung walet tersebut. Kesepakatan diperoleh dengan masalah keamanan ditanggung oleh Pemerintah Desa dan warga masyarakat sedangkan pengusaha memberikan konstribusi untuk lingkungan/RT, warga yang menjaga secara bergiliran setiap bulan, Kelompok Pemuda/Remaja Masjid dan pengawas jaga yang jumlahnya Rp. 2.000.000,- setiap bulannya. Alhamdulillah hingga saat ini tidak terjadi kebobolan lagi. Pada waktu program Perpuseru berjalan, Pengelola Perpusdes Kucica juga mengajukan permohonan bantuan/advokasi dan menyetujui memberikan bantuan Rp. 50.000,- setiap bulannya.
Hasil advokasi yang telah Perpusdes Kucica peroleh selama ini diantaranya :
1.         Alokasi Dana Desa tahun 2014  : Rp. 5.000.000,- untuk tahun 2015 :          Rp. 10.000.000,
2.         CV Noto, pengolahan kayu sengon laut asal Wonosobo  : Rp. 3.500.000,-
3.         Base Transciver Station (BTS) Lasmono Tulakan : 1 set Komputer
4.         PT Anugrah Makmur Abadi, penggilingan batu asal Demak:  AC split 1 PK 2 buah dan Meja Perpustakaan 30 buah
5.         Paguyuban Perangkat Desa Tulakan : Rp. 3.800.000,-
6.         Paguyuban Ketua RT dan RW se Desa Tulakan : Rp. 3.200.000,
7.         Pengusaha Sarang Burung Walet RT 01 RW I Tulakan asal Semarang :         Rp. 50.000,- / bulan
8.         Baitul Mal Wattamwil (BMT) Harapan Bersama Kelet : Rp. 50.000,- / bulan
9.         Nadya Snack & Catering Tulakan : Rp. 50.000,- / bulan
10.      PT Mulya Makmur Abadi asal Makasar : Kursi jok Pengelola 12 buah
11.      PT Feldpspar Indomakmur dan  PT Putra Diafan asal Jepara : kursi kayu 21 buah
12.      UD Habib Putra Tulakan : Rp. 10.000,- / bulan
13.      CV Sumber Migas Sejahtera Tulakan : Rp. 20.000,- / bulan
14.      UD Sriwijaya dan UD Ni’am Putra Tulakan : 1 set Komputer all in one
15.      CV Laksana asal Pati : 1 set komputer all in one
16.      LKP Agibs Bandungharjo Donorojo : Bantuan Instruktur Pelatihan Komputer dan Internet 1 orang 
17.      LKP Avicienna Tulakan : Bantuan Instruktur Pelatihan Komputer dan Internet 2 orang
18.      SMA N 1 Donorojo : Bantuan Instruktur Pelatihan Komputer dan Internet 1 orang
19.      Karang Taruna Noto Buwono Tulakan : Bantuan urusan maintenance komputer dan jaringan internet – wifi 1 orang
20.      Komunitas Wokre (Wong Kreatif) Tulakan : Bantuan Instruktur Pelatihan Komputer dan Internet 1 orang.

Terjalinnya komunikasi dan dukungan yang baik dari Dinas/Instansi tingkat kabupaten maupun provinsi menjadikan aktifitas, pengetahuan dan pengalaman Pengelola Perpusdes semakin bertambah, seperti :
1.         Mengikuti kegiatan bazar buku murah di Perpusda Kabupaten Jepara
2.         Mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) Pengelolaan Perpustakaan di Perpusda Kabupaten Jepara
3.         Mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) Pengelolaan Perpustakaan di Perpusda Provinsi Jawa Tengan Semarang
4.         Mendapatkan Bimbingan Teknis dan Otomasi Perpusdes dari Perpusda Kabupaten Jepara dan Ikatan Pustakawan Indonesia Kabupaten Jepara
5.         Bekerjasama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara menyelenggarakan Pelatihan Menjahit bagi Ibu-ibu Kader Posyandu.

Agar kegiatan-kegiatan masyarakat di Perpusdes Kucica dapat berjalan secara berkelanjutan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :
1.         Membekali Pengelola Perpusdes tentang pengelolaan Perpusdes yang baik, pengetahuan Komputer dan Internet baik melalui bimbingan teman sebaya maupun mengikutsertakan dalam bimbingan-bimbingan teknis
2.         Bekerja sama dengan LKP Agibs, Avicienna, SMA N Donorojo, Karang Taruna dan Komunitas Wokre dalam Pelatihan Komputer dan Internet juga dalam pemeliharaan komputer dan jaringaan Internet – wifi.
3.         Membagi habis tugas pokok dan tanggungjawab kepada segenap Pengelola Perpusdes
4.         Terus membangun kemitraan dengan pelaku usaha maupun dinas/instansi terkait dan menggali potensi advokasi untuk pendanaan Perpusdes
5.         Memberikan honorarium Pengelola Perpusdes walaupun masih minim     (Rp. 50.000,- setiap bulannya).

Semoga Perpustakaan Kucica Desa Tulakan terus menggelorakan kegiatannya menjadi pusat kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan harapan kualitas hidup masyarakat meningkat seiring dengan meningkatnya ilmu/pengetahuan yang telah diperoleh.
Perpusdes Kucica memang keren.

Perpusdes Kucica, Maret 2015

No comments:

Post a Comment