Monday, 17 November 2014

Teknologi, Semudah Menggerakkan Jari



Pagi itu, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara masih tampak sepi. Hanya terlihat aktifitas rutin pegawai perpustakaan. Pada pagi seperti inilah, biasanya Nur Rokhim sudah berkunjung ke ‘Jendela Dunia’ yang berada di Jl. Hos Cokroaminoto No.10 Jepara. Dia langsung naik ke lantai dua, menuju ruangan berukuran 15 m². Di ruangan tersebut jari -jari tangannya mulai aktif bergerak. Ya, di ruangan yang bernama ‘Pojok Internet’ pria lajang ini memulai aktifitas pagi.




Lulusan SMKN 1 Jepara ini bukan pegawai di kantor perpustakaan. Ia hanya memanfaatkan fasilitas internet gratis yang disediakan untuk masyarakat umum. Perpustakaan memang memiliki fasilitas pelayanan internet gratis dan fasilitas wi fi / hotspot (free acces) di Perpustakaan Umum dan Warung Baca  di Aloon–aloon Jepara. Sebelum ke kantor untuk tanda tangan kehadiran, Rokhim menyempatkan datang ke perpustakaan. Ia perlu mengecek facebook miliknya untuk bekal kerja setiap hari.     

Rokhim bekerja sebagai tenaga pemasaran di salah satu diler sepeda motor di Jepara. Pemuda asal Desa Platar, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, ini mulai menjadi tenaga pemasaran sepeda motor sejak tahun 2010. Seperti kebanyakan pemasaran lainnya, awal menekuni pekerjaan tersebut dilakukan dengan cara konvensional. Seperti misalnya menyebar brosur produk dari satu desa ke desa lain. Bahkan pernah suatu kali dirinya naik sepeda motor sambil menyebar percuma brosur di jalan yang ia lalui.

Strategi pemasaran mulai berubah semenjak satu setengah tahun lalu. Ia mulai menggunakan media sosial untuk promosi sepeda motor. Dirinya dapat cara berpromosi lewat media sosial dari sesama marketing. Pemuda kelahiran 11 November, 32 tahun silam inipun tertarik dan membuat akun facebook kali pertama di ‘Pojok Internet’ milik perpustakaan. Sebelumnya Rokhim juga sudah rutin berkunjung ke perpustakaan tapi hanya untuk sekedar membaca buku dan surat kabar.

Kali pertama di facebook dirinya bergabung dengan grup Lapak Jepara. Seiring berjalannya waktu, Rokhim membuat sendiri dua grup di facebook. Grup itu bernama Lapak Online Jepara dan Buka Lapak Jepara. Bahkan grup Lapak Online Jepara sudah memilik anggota mencapai 26.662 orang. Dan pada awal tahun ini membuat web pribadi di www.jayajepara.com.

Rokhim mengaku dari sekian banyak tenaga pemasaran sepeda motor, hanya sedikit yang memanfaatkan media sosial. Hal itu mungkin karena butuh banyak biaya untuk online. Mereka lebih memilih datang ke warung internet (warnet). Berbeda dengan dirinya yang memanfaatkan fasilitas internet gratis di ‘Pojok Internet’ yang memilik 5 unit komputer.

Banyak perubahan yang dirasakan Rokhim setelah menggunakan fasilitas internet gratis di perpustakaan. Diantaranya waktu lebih efisien. Jika dulu lebih sering promosi ke lapangan tanpa tujuan jelas, kini hanya menindaklanjuti calon pembeli yang bertemu di media sosial. Calon pembeli bisa menghubungi Rokhim secara langsung di media sosial tanpa harus bertatap muka. Bertatap muka dengan calon pembeli hanya pada saat tindak lanjut pembelian. Bahkan ada yang jadi membeli tanpa harus ketemu lebih dulu. Pembayaran dititipkan pada sopir diler yang mengantar sepeda motor.

Di sisi lain, target penjualan pun ikut meningkat. Jika sebelumnya Rokhim hanya menjual 6 unit sepeda motor sesuai target minimal, sekarang bisa menjual 9 sampai 15 motor tiap bulan. Saat ini jika dihitung, 90 persen penjualan sepeda motor didapatkan dari hasil media sosial. Ada suka duka memasarkan dengan media sosial. Banyak pembeli yang sebelumnya tidak dia kenal. Pembeli tipe ini biasanya yang lokasinya jauh dari diler motor. Pengalaman pahit juga pernah dirasakan saat ada yang minta janjian ketemu. Akan tetapi ketika ditunggu tidak nongol. Namun penipuan yang mengakibatkan kerugian materi belum pernah ia dapatkan.



Kini waktu Rokhim bisa leluasa digunakan untuk mengunjungi perpustakaan untuk cek facebook dan sekadar membaca surat kabat yang letaknya di sisi ‘Pojok Internet’. Dengan memelototi layar komputer dan sedikit menggerakkan jari, calon pembeli sudah bisa didapatkan. Target penjualan pun ikut meningkat. (Sochib)

*Cerita ini mendapat apresiasi pada Lomba Bercerita Impact Perpustakaan Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup, diselenggarakan Perpuseru di Bali, Pertengahan Maret lalu.

No comments:

Post a Comment